Pramuka Peduli Purbalingga Gelar Simulasi Pertolongan Bencana 

Tiga orang dikabarkan menjadi korban tanah longsor di perbukitan Desa Karangbanjar Kecamatan Kutasari Purbalingga. Perkiraan keberadaan korban terpisah tidak dalam satu lokasi, tetapi tidak tertimbun tanah. Korban juga diperkirakan mengalami luka robek di kepala dan Patah tulang atau fraktur pada kaki. Untuk menuju titik itu harus melalui medan terjal. Hanya satu jalur yang bisa ditempuh untuk evakuasi korban, yakni menyusuri sungai.

Mendengar berita itu, anggota Pramuka Peduli (Pramuli) Kwarcab Purbalingga sigap bergerak cepat, dengan peralatan evakuasi yang lengkap untuk penanganan pertolongan pertama dan evakuasi korban. Tiba di pos kendali pertolongan, anggota Pramuli menyiapkan peta lokasi yang didapat dari hasil pantauan Sistem Pemosisi Global atau Global Positioning System (GPS). Setelah menemukan titiik koordinat melalui GPS, selanjutnya dicari titik keberadaan korban melalui kompas.

Korban ditemukan sesuai kabar awal, korban luka robek di kepala dan patah tulang kaki. Namun jumlah korban yang dikabarkan berjumlah tiga orang ternyata bertambah satu orang. Artinya, jumlah tandu Lipat (Folding Stretcer) untuk evakuasi kurang satu. Untuk mengatasi kekurangan tandu evakuasi, Iwan Supriyatno dan Andi berinisiatif membuat tandu darurat dari bambu dan kayu yang ditemukan di lokasi kejadian.

Pertolongan korban dilakukan, membalut menjadi tindakan pertama menghentikan pendarahan, kemudian menyangga dan menahan bagian kaki agar tidak bergeser serta menjaga agar bagian yang cedera tidak bergerak. Pertolongan pertama selasai, tetapi evakuasi empat korban tidak berjalan mulus, 30 orang anggota Pramuli harus berjibaku menaklukan derasnya arus sungai yang penuh dengan bebatuan.

Itu merupakan bagian simulasi penanganan dan evakuasi korban di medan terjal yang dilakukan oleh Pramuli Purbalingga, di Bumi Perkemahan Munjul Luhur Desa Karangbanjar Kecamatan Kutasari Purbalingga, Sabtu (31 Oktober 2020)

Sekretaris Bidang Pengabdian Masyarakat dan Lingkungan Hidup Kwarcab Purbalingga, Purnomo mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anggota Pramuli Purbalingga dengan materi berupa teknik pertolongan dalam segala medan, termasuk mengevakuasi korban di medan terjal di alam terbuka. Sebenarnya seluruh anggota Pramuli Purbalingga sudah menguasai ilmu dasar dalam melakukan evakuasi korban yang berada di medan terjal

“Kita mengenalkan kembali peralatan dasar, proses pemidahan korban, baik yang naik turun ataupun turun naik. Semacam penyegaran bagi anggota,” katanya saat di Bumi Perkemahan Munjul Luhur Desa Karangbanjar Kecamatan Kutasari Purbalingga, Sabtu (31 Oktober 2020).

Secara umum lanjut Purnomo, kegiatan latihan kesiapsiagaan dibagi menjadi lima tahapan utama, yakni tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi. Pihaknya secara rutin memberikan pelatihan pertolongan pertama anggota Pramuli untuk mengasah kemampuan, sehingga jika terjadi bencana atau kecelakaan, setidaknya bisa memberikan pertolongan pertama kepada orang lain.

“Setelah melaksanakan pelatihan hari ini, anggota Pramuli bisa membagikan ilmunya di tengah masyarakat. Seperti jika terjadi kecelakaan mulai dari memberikan pertolongan pertama, maupun membantu mengevakuasinya. Ilmu yang diberikan harus dibagikan seperti, memberikan pengetahuan kepada teman sebayanya atau minimal di lingkungan sekolah maupun keluarga,’ ungkapnya.

Mahendra Yudhi Krisnha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Pramuka Peduli Purbalingga Singkirkan Pohon Tumbang Akibat Hujan dan Angin

Thu Nov 5 , 2020
Puluhan anggota Pramuka Peduli (Pramuli) Kwartir Cabang (Kwarcab) Purbalingga berjibaku menyingkirkan pohon yang tumbang di sepanjang jalan Mewek-Gambarsari di wilayah Kecamatan Kemangkon Purbalingga, Kamis (5 November 2020). “Kami mendapatkan berita, ada pohon tumbang di sepanjang jalan Mewek-Gambarsari. Ya, karena hujan lebat yang disertai angin. Kami bergegas menuju tempat kejadian,” ungkap […]