Pramuka Peduli Purbalingga Bantu Evakuasi Pengungsi Bencana Alam Tanah Bergerak di Tumanggal

Bencana alam tanah bergerak melanda Dusun Pagersari, Desa Tumanggal, Purbalingga, Jawa Tengah, Kamis (3 Desember 2020). Pergerakan tanah yang membuat retakan panjang ini diakibatkan oleh faktor hujan yang mengguyur kawasan ini sejak pagi sampai malam hari. Karakter tanah diduga mendukung tanah bergerak di Pagersari. Pergerakan tanah terus terjadi. Kondisi ini membuat rumah-rumah warga tak aman lagi untuk ditinggali.

“Pergerakan tanah terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Kondisi ini membuat rumah-rumah warga tak aman lagi untuk ditinggali .Pemerintah Desa bersama Forkopimcam mengevakuasi warga sejak pukul 00.00 WIB sampai pukul 03.00 WIB. Perlu segera evakuasi, karena pergerakan tanah terus terjadi,” ungkap Kepala Desa Tumanggal, Surati, Jumat (4 Desember 2020)

Ia menjelaskan, akibat bencana tersebut, ada 165 rumah yang terdampak bencana, 36 rumah rusak dan 710 jiwa mengungsi dari 214 KK di RT 15, 16,17 RW 1 Kadus 1.

Warga mengevakuasi perabot rumah secara swadaya ke tempat yang lebih aman. Pemerintah Desa dan BPBD memusatkan pengungsian di SD Negeri 2 Tumanggal, dan rumah penduduk di pertigaan Saliren Pagersari.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga, Umar Fauzi mengatakan, faktor topografi dengan kemiringan 30 derajat membuat tanah di Dusun Pagersari semakin labil. Akibatnya, puluhan rumah mengalami retak di bagian dinding, bahkan beberapa di antaranya roboh.

“Kerusakannya mulai dari rusak ringan hingga dapurnya ambruk. Karena elevasi tanahnya turun, ada dua rumah yang amblas, jadi berpindah lokasi,” ungkapnya.

Para warga merasa khawatir jika tba-tiba terjadi longsor. Pasalnya, sudah muncul mata air baru di sekitar rumah. Air yang keluar berwarna keruh menandakan konsentrasi air di dalam tanah telah jenuh.

“Pohon-pohon juga sudah terlihat miring sekitar 10 derajat, paling kelihatan itu pohon kelapa,” terangnya.

“Hari ini kami turunkan tim ahli dari Fakultas Geologi Universitas Jenderal Sudirman untuk mitigasi dan menganilis terhadap penyebab dan kemungkinan terburuk dari fenomena tanah bergerak ini,” ujarnya.

Hasil analisis tersebut, lanjut Umar, akan dijadikan dasar untuk menentukan langkah penanggulangan.

“Kalau misal ada rumah yang berisiko tinggi akan kami relokasi, sedangkan untuk rumah yang masih layak akan kami bantu renovasi,” pungkasnya.

 

 

Ginanjar Noviono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Pramuli Kwarcab Purbalingga Gelar Edukasi Prokes Covid-19

Thu Dec 3 , 2020
Pramuka Peduli (Pramuli) Kwartir Cabang (Kwarcab) Purbalingga berkolaborasi dengan Pemuda Al Ittihad Kelurahan Karangmanyar Kecamatan Kalimanah menggelar edukasi protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Dalam kegiatan ini, selain memberikan edukasi. Mereka juga memyemprot disinfektan dan membagi masker. Penanggungjawab Kegiatan yang Sekretaris  Pengabdian Masyarakat dan Lingkungan Hidup Kwarcab Purbalingga, Purnomo mengatakan, kegiatan […]